Sabtu, 27 Oktober 2012

Cara Melatih Softskill Diri Sendiri

     Hardskill memang penting dalam mencari pekerjaan, tetapi tanpa didukungnya Softskill yang bagus, tak heran jika sudah bekerja selama berpuluh - puluh tahun karir seseorang mentok disitu - situ saja dengan kata lain Stagnan. Seseorang yang meliki Softskill yang bagus, telah membuktikan bahwa Softskill juga perlu dilatih agar karir seseorang lama - kelamaan semakin meningkat mencapai level yang lebih tinggi. Softskill merupakan kunci utama seseorang yang ingin berkarir dimanapun dan pada posisi apapun.
      Banyak pakar yang mengatakan bahwa Softskill bukan hanya sekedar untuk dipelajari, dihapalkan atau diingat, yang terpenting dari Softskill lebih kepada bagaimana cara kita untuk mengimplementasikannya kedalam kehipupan sehari - hari. Softskill berbeda dengan Hardskill yang bisa didapatkan dengan mudah, untuk mendapatkan softskill dibutuhkan kesadaran diri sendiri dalam tata cara melakukan kegiatan sehari - hari.

Ada beberapa Strategi dalam melatih Softskill, yaitu sebagai berikut :

1. Aktif Mengikuti Training Softskill   
Training Softskill telah tumbuh pesat, mengingat bangsa ini memiliki masalah yang besar dengan warga negaranya. Sikap dan tingkah laku atau etika (attitude) yang kurang baik sering menjadi beban dalam berkembangnya sebuah organisasi. ditambah dengan kurangnya kerjasama tim, motivasi, dan kurangnya kemampuan dalam memimpin, lengkaplah sudah yang menjadi penyebab kemunduran bangsa ini.Secara sederhana Training Softskill bisa dipahami sebagai pelatihan yang orientasinya lebih terpaku kepada pengembangan Attitude dan sikap individual.

2. Terjun dan Aktif dalam Berorganisasi

Salah satu strategi untuk sukses dalam menguasai Softskill adalah dengan terjun dan aktif dalam berorganisasi. Banyak organisasi yang dapat diikuti dalam menguasai Softskill antara lain organisasi disetiap universitas seperti, Senat, BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ), UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa ), dll. Apabila kita bisa aktif dalam satu atau lebih pada organisasi seperti diatas tidak menutup kemungkinan kita untuk dapat mengembangkan Softskill dalam diri kita. Dengan aktif dalam organisasi kita akan terbiasa melakukan musyawarah atau presentasi didepan umum, terbiasa berdiskusi mengenai visi dan misi kedepan sebuah organisasi dan belajar mengelola emosi dalam situasi dan kondisi tertentu.

3. Sugesti Diri
Bangunlah sebuah paradigma bahwa visi itu bukanlah sebuah mimpi, bukan angan - angan kita namun itu adalah kenyataan dimasa mendatang. Maka yakinlah bahwa visi itu akan tercapai dimasa mendatang dan untuk itu ada kalanya mari kita mempersiapkan diri dan katakan kepada hati nurani diikuti oleh hati, otak , pikiran, perasaan dan seluruh anggota tubuh. katakanlah hal yang positif kepada diri kita yang dapat memotivasi kita untuk sukses dan jangan lupa untuk membangun rasa optimisme tersebut.

      Softskill dapat dikembangkan dengan berbagi cara, bukan hanya dengan yang saya jelaskan diatas, akan tetapi kita dapat melatih Softskill dengan cara berolahraga tim, dll. Dengan kita berolahraga, secara tidak langsung kita telah melatih Softskill kita. anda tahu mengapa.?? Dengan kita melakukan olahraga tim kita akan dituntut untuk melakukan sebuah kerjasama tim, kita ambil contoh dari permainan sepak bola. Dalam permainan sepak bola dibutuhkan kerjasama sebuah tim agar tim tersebut dapat memenangkan sebuah pertandingan, dari situlah Softskill kita sedikit demi sedikit mulai terbentuk, tapi masih ada hal lain yang dapat membentuk Softskill kita, selain kerjasama tim yang kita lakukan dalam bermain sepak bola adalah jiwa pantang menyerah, semangat berjuang, dan setia kawan. Hal itulah yang dapat membantu kita dalam melatih Softskill yang kita miliki.
Penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang ingin mengembangkan Softskill mereka.

Biografi

     Firmansyah yang akrab di panggil Imung, dilahirkan pada tanggal 27 November 1992 di Jakarta. Dia merupakan anak kesembilan dari sembilan bersaudara. Keluarganya terdiri dari 5 laki-laki dan 4 perempuan. Dia dikenal sebagai orang yang baik, sopan, bermain dengan siapa saja tanpa melihat kasta orang tersebut, dan sangat disenangi oleh teman-temannya.
     Semasa kecil, Imung menenyam pendidikan di SDI Nurul Ikhlas salah satu Sekolah Dasar Islam di daerah Cilincing Jakarta Utara, setelah lulus SD Imung melanjutkan sekolah di SMP Negeri 53 Jakart Utara , dan setelah lulus SMP Imung melanjutkan lagi sekolah di SMA Negeri 52 Jakarta Utara. Semasa Imung sekolah dia selalu mendapatkan banyak teman karna sifatnya yang bermain tanpa melihat kasta orang tersebut. Dan pada akhirnya sekarang Imung melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Gunadarma salah satu Universitas di Depok, dia mengambil Fakultas Tekhnologi Informasi Jurusan Manajemen Informatika.

Sertifikat Olahraga dan Industri


Senin, 22 Oktober 2012

Sistem Informasi Manajemen Bab 3 (Mac Leod)



PERDAGANGAN ELEKTRONIK

            Definisi yang mereka berikan hanya meliputi transaksi-transaksi bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dan pemasok, yang menghubungkan komputer mereka masing-masing melalui Internet. Definisi yang seperti ini mengartikan bahwa hanya transaksi-transaksi yang melintas batas perusahaan saja yang dapat diklasifikasikan sebagai e-commerce. Membuat transaksi internal versus eksternal sebagai bisnis elektronik atau perdagangan elektronik tidak akan menawarkan banyak bantuan karena kebanyakan orang menganggap bisnis elektronik dan perdaganan elektronik sebagai satu hal yang sama.
            Kita akan melihat perdagangan luas e-commerce, yaitu bahwa e-commerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Banyak operasi perusahaan adalah internal dilaksanakan di dalam batas perusahaan oleh bidang bisnis keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi produksi, pemasaran, dan lain-lain. Bisnis telah mengalamin penyebaran secara fisik, dengan pabrik yang berlokasi di berbagai daerah, atau bahkan di berbagai negara. Dalam definisi luas kita ini, suatu transaksi bisnis yang menggunakan akses jaringan, sistem komputer, dan antarmuka sebuah browser.

E-Commerce di Luar Batas Perusahaan  

            E-commerce bisnis ke konsumen mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk e-commerce bisnis ke bisnis mengacu pada transaksi antar bisnis dimana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir. Sebagai contoh, dalam rantai distribusi dari produsen ke distributor ke toko eceran ke konsumen ke seluruh transaksi dari satu entias ke entias yang lain adalah B2B  sampai transaksi terjadi antara toko eceran dnegan konsumen, yang merupakan transaksi B2C.
            Transaksi B2B melibatkan jumlah orang yang relative sedikit, biasanya mereka yang berada didalam kelompok layanan informasi dari perusahaan yang terpengaruh. Karena transaksi terjadi antarbisnis, jumlah transaksi B2B dapat relatif kecil tetapi dnegan nilai yang cukup tinggi, satu transaksi antara sebuah produsen dan distributor dapat menyangkut ribuan unit produk dan nilai jutaan dolar.
            Konsumen mungkin tidak memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi, sehingga situs Web harus memberikan instruksi dan bantuan. Jika konsumen berkomunikasi dengan bisnis melalui koneksi telepon yang lambat, jumlah gambar yang ditampilkan mungkin perlu dikurangi. Cara pembayaran perlu dibuat dalam sistem B2C (sistem B2B pada umumnya mendapatkan informasi pembayaran dalam sistem yang terpisah dari sistem perdagangan elektronik). Semua perbedaan ini digabungkan sehingga mensyaratkan situs B2C memiliki waktu download yang cepat, instruksi untuk navigasi situs, kereta belanja yang dapat diisi dan dikurangi sebelumnya pembelian aktual, dan metode untuk menyimpan profil pengguna.
            Layanan informasi memainkan peran penting dalam mengubah hubungan perushaaan dengan lingkungannya. Di masa lalu, konsumen bukan merupakan perhatian utama dari layanan informasi, namun konsumen menjadi semakin penting artinya dan akan menjadi fokus utama bagi sebagian besar perusahaan di masa mendatang. Seluruh antarmuka transaksi dari konsumen hingga pemasok harga pemerintah dan pihak lainnya terkena dampak dari diterimanya e-commerce secara luas.

Manfaat-manfaat yang Diharapkan dari E-Commerce   

            Perusahaan melaksanakan e-commerce untuk dapat mencapai perbaikan organisasi secara keseluruhan. Perbaikan-perbaikan ini diharapkan merupakan hasil dari tiga manfaat utama.
·         Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan
·         Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunikasi keuangan
·         Peningkatan imbal balik ekonomis atas pemegang saham dan investasi pemilik

            Manfaat-manfaat di atas akan memberikan kontribusi pada stabilitas keuangan
perusahaan dan memungkinkannya bersaing dengan lebih baik di dalam dunia bisnis yang semakin luas menerapkan teknologi komputer. Ingat bahwa peningkatan laba tidak termasuk ke dalam manfaat yang diharapkan dari e-commerce. Laba adalah hasil dari sebuah organisasi yang mencapai tujua e-commerce adalah sarana pendukung yang kuat yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya.

Kendala-kendala E-Commerce
           
            Pada survei tahun 1996, 60% perusahaan yang memberikan respons menunjukkan bahwa mereka belum mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya dalam waktu tiga tahun ke depan. Bahkan pada tahun 2004, departemen perdagangan AS melaporkan bahwa hanya 2,3% dari seluruh penjual ritel kuartal keempat dilakukan dalam bentuk e-commerce.
            Ketika ditanyakan mengenai alasan dari kehati-hatiannya, perusahaan menyebutkan tiga kendala dengan urutan sebagai berikut :
  • ·         Biaya yang tinggi 
  •      Kekhawatiran akan masalah keamanan 
  •      Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
 
           Masing-masing kendala di atas akan semakin tertantang seiring dengan semakin
populernya teknologi dan sistem informasi. Dengan berlipatnya kekuatan setiap 18 bulan, biaya e-commerce juga akan turun. Perusahaan pada umumnya menggunakan jaringan telekomunikasi yang aman yang dimonitor terus menerus untuk akses yang tidak terotorisasi. Jaringan-jaringan ini telah terbukti sangat aman bagi perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan seperti VeriSign (www.verisign.com) telah menambahkan langkah-langkah keamanan yang membawa tingkat kepercayaan yang lebih tinggi bagi transaksi-transaksi Internet. Dengan teknologi enkripsi yang ada sekarang dan situs Web yang terjamin keamanannya, terdapat sedikit alasan untuk mengkhawatirkan adanya akses yang tidak terotorisasi atas informasi pelanggan.

Ruang Lingkup E-Commerce

            E-commerce menyumbang hampir $1,7 triliun untuk aktivitas perekonomian di Amerika Serikat selama tahun 2003. E-commerce telah mencapai tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 15 persen setiap tahunnya selama lima tahun terakhir. Jumlah dampak perekonomian akan bervariasi dari satu industri ke industri yang lain, tetapi kurang lebih 94 persen e-commerce adalah B2B, menyisakan 6% untuk B2C.
            Lebih dari 21% penjualan pabrik produksi AS ($843 miliar) pada tahun 2003 merupakan hasil dari e-commerce. Hampir 17% penjualan dari distributor ($730 miliar) adalah e-commerce. Ini hanya karena jumlah dolar penjual eceran yang tinggi, jika dibandingkan dengan segmen-segmen industry yang lain, dengan B2C menyumbang lebih dari $69 miliar untuk aktivitas perdagangan elektronik AS pada tahun 2004. E-commerce memiliki arti penting khususnya bagi beberapa segmen tertentu perekonomian AS karena memang menyubangkan persentase dolar penjualan dalam jumlah besar dalam segemen-segmen tersebut.

Jalan Menuju E-Commerce

            Ketika sebuah perusahaan merasa bahwa manfaat yang diharapkan lebih besar daripada biaya dan memutuskan untuk mengimplementasikan e-commerce, perushaan tersebut menyadari bahwa implementasi yang akan dilakukan bias jadi merupakan suatu pekerjaan yang besar. Rencana bisnis strategis akan membakukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna merain keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh kecerdasan bisnis sehingga perusahaan tersebut akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur lingkungan.

Strategi E-Commerce dan Sistem Interorganisasional

            Kita telah mengetahui bagaimana perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan perusahaan lain untuk menciptakan suatu sistem interorganisasional sehingga semua perusahaan berkerja bersama sebagai suatu unit yang terkoordinasi, meraih manfaat yang tidak dapat diraih sendiri oleh setiap perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang berpatisipasi disebut sekutu dagang, sekutu bisnis, atau aliansi bisnis. Beberapa data lingkungan dapat berasal dari sekutu dagang IOS.
            E-commerce merupakan suatu hal yang fundamental bagi sistem terorganisasional. Pertukaran sejumlah besar data secara cepat dan aman merupakan hal yang kritis untuk mendukung transaksi-transaksi organisasi yang menggunakan teknologi informasi untuk bersaing. E-commerce dan EDI adalah jalan bebas hambatan bagi sistem interorganisasional.

Manfaat IOS

            Dengan bergabung dalam IOS, para sekutu dagang dapat memproduksi barang dan jasa dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan selanjutnya memberikan barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan para sekutu di dalam IOS keunggulan harga di atas para pesaingnya.
  • Efisiensi internal terdiri atas perbaikan dalam operasi-operasi perusahaan itu sendiri, sehingga memungkinkan perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data dengan cepat dan mengambil keputusan dengan cara yang lebih cepat lagi.
  • Efisiensi interorganisasional meliputi perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain, ini memungkinkan perusahaan menawarkan lebih banyak produk dan jasa, melayani lebih banyak pelanggan, memindahkan pekerjaan-pekerjaan tertentu kepada pemasok dan pelangganm dan mengumpulkan data lingkungan dengan lebih mudah.
           
            Kemampuan sebuah perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan para pemasok dan pelanggannya demi keuntungan perusahaan itu sendiri disebut kekuatan penawaran (bargaining power). Kekuatan ini diambil dari tiga area dasar dengan fitur-fitur produk yang unik, dengan mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian, serta dengan meningkatnya biaya perpindahan.

  • Fitur-fitur hubungan yang unik
Hubungan-hubungan elektronik IOS memungkinkan perusahaan menawarkan pelayanan yang lebih baik   kepada para pelanggannya dalam bentuk penempatan pesanan yang lebih mudah, pengiriman yang lebih cepat, dan waktu respons yang lebih cepat dalam permintaan informasi.
·        
  •  Menurunkan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian
Dengan tergabung dalam suatu IOS, perusahaan dapat menurunkan biaya “belanja” yang ditanggung oleh para pelanggannya dalam mencari pemasok, mengidentifikasikan produk-produk alternatif, dan mendapatkan harga yang lebih murah.
·          
  • Meningkatkan biaya perpindahan
Sebuah perusahaan ingin membuat mahal, baik itu biaya dan/atau kemudahan bagi para pelanggannya untuk berpindah ke perusahaan pesaingnya. IOS mencapai manfaat ini dengan memberikan para pelanggannya sumber daya informasi seperti peranti keras, peranti lunak, dan saluran komunikasi data yang akan harus diganti jika pelanggan membeli produk dari perusahaan lain.

EDI

            EDI terdiri atas transmisi data langsung komputer ke komputer dalam suatu format struktur yang dapat dibaca oleh mesin. Meskipun EDI merupakan teknologi yang lebih lama, ia tetap penting karena memfasilitasi sebagian besar mayoritas perdagangan B2B. transmisi memungkinkan data dipindahkan dan diterima tanpa harus mengetik ulang. Jalur komunikasi, peranti keras komunikasi, dan jasa-jasa pendukung untuk EDI pada umumnya diberikan oleh perusahaan telepon (AT&T, MCI, dan lain-lain).
            Ketika jasa yang menjalankan dan mengelola jalur komunikasi diberikan selain jalur itu sendiri, disebut sebagai jaringan bernilai tambah. Vendor yang memberikan VAN juga memberikan keahlian yang berhubungan dengan jalur.
            EDI adalah implementasi dominan dari suatu IOS, lebih dari dua pertiga e-commerce dilaksanakan dengan menggunakan EDI, jika dibandingkan dengan alternatif-alternatif IOS lainnya. Meskipun EDI lebih mahal (membutuhkan biaya mulai dari $5.000 hingga $30.000 untuk sambungan selama setahun dengan satu vendor atau pelanggan) dan merepotkan daripada sistem komunikasi IOS yang lebih baru, EDI tetap merupakan metode yang terdepan.  


Rabu, 17 Oktober 2012

Sistem Informasi Manajemen Bab 2 (Mac Leod)


MENGELOLA ALIRAN SUMBER DAYA FISIK-MANAJEMEN RANTAI PASOKAN (SUPPLE CHAIN MANAGEMENT)

            Jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya fisik dari pemasokan kepada perusahaan dan selanjutnya kepada pelanggan disebut sebagai rantai pasokan (supply chain). Aliran sumber daya melalui rantai passokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efisien. Manajemen rantai pasokan terdiri atas aktivitas-aktivitas berikut ini :
  • ·        Meramalkan permintaan pelanggan 
  •      Membuat jadwal produksi
  •      Menyiapkan jaringan transportasi
  •      Memesan persediaan pengganti dari para pemasok 
  •           Menerima persediaan dari pemasok 
  •           Mengelola persediaan bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi
  •      Melakukan produksi 
  •           Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan
  •      Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada pelanggan

Sistem Elektronik

            Seiring dengan bergeraknya sumber daya melalui rantai pasokan, setiap tindakan akan dicatat dalam terminal computer yang terdapat di lokasi pemasok, di dalam area pengiriman perusahaan, di dalam kendaraan yang digunakan oleh transportir, dan di lokasi pelanggan. Seiring dengan terkumpulnya data, sistem informasi perusahaan akan diperbaharui untuk menggambarkan lokasi terakhir dari sumber daya yang sedang dilacak. Kemampuan untuk melacak aliran sumber daya seiring dengan terjadinya, akan memberikan kontribusi pada manajemen rantai pasokan.

Manajemen Rantai Pasokan dan Sistem Perencanaan Sumber Daya Usaha

            Manajemen rantai pasokan hanya salah satu aspek dari sistem perencanaan sumber daya perusahaan , namun memaikan peranan yang sangat penting dalam operasi. Penggunaaan sistem ERP dari vendor yang sama (SAP, Oracle, atau produk lainnya) oleh para anggota di dalam rantai pasokan akan membantu memfasilitasi aliran informasi rantai pasokan. Tetapi biaya suatu sistem ERP dapat menjadi sangat tinggi, dan mungkin tidak semua anggota di dalam rantai pasoka ingin membeli peranti luna ERP.
            Ketika salah satu anggota memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar di atas anggota yang lain, misalnya yang dimiliki oleh pengecer besar seperti Wal-Mart terhadap para pemasoknya, maka anggota yang lebih kuat akan dapat memberikan tekanan pada anggota yang lain untuk menggunakan peranti lunak ERP yang sama. Dalam hal ini, perpindahan data dari satu anggota ke anggota yang lain akan terfasilitasi dan semua anggota akan dapat meraih keuntungan, tetapi anggota terkuat dari rantai pasokanlah yang biasanya akan menerima keuntungan terbesar.

Keunggulan Kompetitif

            Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya. Satu hal yang tidak selalu terlihat jelas adalah fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan di dalam pasar.

Rantai Nilai Porter
           
            Profersor Harvard Michael E. porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan topik keunggulan kompetitif. Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulan diatas para pesaingnya. Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai, seperti yang digambarkan pada figure 2.3, yang terdiri atas aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada margin. Margin adalah nilai dari produk dan jasa perushaaan setelah dikurangi harga pokoknya, seperti yang diterima oleh pelanggan perushaaan.
            Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagai aktivitas nilai. Aktivitas nilai terdiri atas dua jenis: utama dan pendukung aktivitas nilai utama ditunjukkan pada bagian bawah figure 2.3 dan meliputi logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, logistik output yang memindahkan barang kepada pelanggan dan mendapatkan pesanan.
            Aktivitas nilai pedukung terlihat pada lapisan bagian atas figure 2.3 dan mencakup infrastruktur perusahaan, bentuk organisasi yang secara umum akan memengaruhi seluruh aktivitas utama. Sebagai contoh, spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perushaan.

 Tantangan Dari Pesaing-Pesaing Global

            Persusahaan multinasional adalah sebuah perusahaan yang beroperasi lintas produk, pasar, Negara, dan budaya. Perushaaan multinasional terdiri atas perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan.  Kalangan profesional dan staf yang bekerja di Negara lain yang bersaing untuk pekerjaan yang sama seperti yang terjadi dinegara tuan rumah juga dapat dianggap pesaing. Semakin banyak perushaan AS mengontrakan sebagian operasi mereka ke luar negeri. India sebelumnya merupakan tujuan utama, tetapi Cina, Irlandia, Skotlandia, Rusia, dan Negara-negara lain di Eropa. Bahkan kenyataannya, beberapa perusahaan outsourcing india ternyata mengontrakan pekerjaan mereka kepada Cina. Alasan utama menggunakan outsourcing adalah ekonomi. Biaya buruh Cina berkisar 25 persen dari biaya buruh AS, namun outsourcing juga memiliki kelemahannya sendiri. Satu hal khususnya sangat penting bagi outsourcing TI adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang dibeberapa Negara tidak mendapat perlindungan yang memadai. Satu cara mengatasi masalah HAKI adalah dengan mengakuisisi perusahaan outsourcing asing, sebagai contoh di tahun 2004 IBM membeli Daksh eService, salah satu perusahaan call-center terbesar di India.

Kebutuhan Khusus Untuk Pemrosesan Informasi di Perusahaan Multinasional

            MNC adalah sebuah sistem terbuka yang berusaha untuk meminimalkan ketidakpastian yang terdapat dalam lingkungannya. Dalam konteks ini, ketidakpastian adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi. Kebanyakan eksekutif MNC menyadari bahwa mereka akan dapat mengatasi pengaruh lingkungan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Kebutuhan Khusus untuk Koordinasi di Perusahaan Multinasional

            Koordinasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar global. Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di seluruh dunia dan mengelolanya dengan cara yang terkoordinasi secara global, tidak akan dapat meraih kesuksesan dalam perusahaan Internasional. Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah tantangan koordinasi semakin besar bagi MNC dibandingkan sebuah perusahaan yang membatasi aktivitasnya hanya di Negara asalnya. Sumber daya informasi yang tersebar peranti keras, peranti lunak, dan pegawai menjadi sulit untuk dikelola dan dapat diatur oleh praktik-praktik bisnis yang saling bertentangan. Kabar baiknya adalah bahwa kemajuan di bidang teknologi informasi, metodologi, dan komunikasi telah membuat koordinasi global menjadi jauh lebih mudah.

Keuntungan Koordinasi 

            Banyak keuntungan yang diperoleh oleh MNC adalah karena memiliki kemampuan pemrosesan informasi yang baik didasarkan pada kemampuannya dalam berkoordinasi. Keuntungan koodinasi antara lain meliputi :
·         Fleksibelitas dalam merespons pesaing di berbagai Negara dan pasar
·         Kemampuan untuk merespons perubahan yang terjadi di satu Negara pada satu Negara lain atau satu wilayah daln satu Negara lain.
·         Kemampuan untuk meyamai kebutuhan pasar di seluruh dunia
·         Kemampuan untuk berbagi pengetahuan antarunit di berbagai Negara
·         Mengurangi biaya operasi secara keseluruhan
·         Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
·         Kemampuan untuk meraih dan mempertahankan keragaman produk perusahaan dan juga bagaimana produk diproduksikan dan didistribusikan


TANTANGAN DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI GLOBAL
            Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan, tetapi ketika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya harus mengatasi beberapa kendala yang unik. Istilah sistem informasi global (GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas Negara.
       
     Berikut adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembangan GIS :

Kendala-kendala Politis
            Pemerintah nasional di suatu Negara dimana anak perusahaan berada dapat menerapkan beragam pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami kesulitan untuk memasukkan anak perusahaan tersebut kedalam jaringan. Pembatasan yang umum adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi. Karena infrastruktur telepon biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dah bukannya perusahaan swasta, hal ini dapat menjadi suatu rintangan yang cukup berat.

Rintangan Budaya dan Komunikasi  
            Antarmuka (interface), GIS harus tetap konsisten meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda. Kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik dan icon untuk berinteraksi dengan pengguna dan tidak terlalu bergantung pada perintah yang diketikan kedalam field. Selain itu, masalah rancangan GIS juga dapat diselesaikan dengan menawarkan beragam format yang memiliki fungsionalitas yang sama.

Masalah-masalah Teknologi
            Di beberapa Negara, sumber listrik yang dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk. Karena banyak Negara yang tidak memperhatikan hak cipta atas peranti lunak dan menutup mata pada peranti lunak bajakan, beberapa vendor peranti lunak menolak untuk berbisnis di beberapa Negara tertentu.

Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan
            Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat bantuan, dan mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu hal yang tidak perlu. Manajemen kantor di luar negeri juga dapat melihat GIS sebagai salah satu jenis pengawasan dari “Big Brother”. Dengan segala kemungkinan masalah di atas, adalah mukjizat kecil jika MNC mencoba mntuk mengembangkan GIS. Meskipun menghilangkan seluruh masalah di atas adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan, pengaruh MNC dapat diminimalkan dengan mengikuti strategi yang terencana dengan baik yang dituangkan ke dalam rencana strategis sumber daya informasi.